Sintua Tewas Terkapar Di Ladang

Dolse Br Simanjuntak atau Oppung Risten (68) , mantan Sintua ( pengurus) di Gereja HKBP Reminiscere, Jalan Durian, Kelurahan Suka Makmur, Kecamatan Siantar Marihat, ditemukan tewas terbujur, Selasa (25/10) sekira jam 16.00 wib, di ladang jagung dan tanaman ubi miliknya, tepat di belakang gereja tersebut. Informasi dihimpun di TKP, jasad Dolce, ibu empat anak yang akrab disapa Oppung Parpiring, warga Jalan Farel Pasaribu, Kelurahan Suka Maju, Siantar Marihat, itu pertama kali ditemukan oleh Hinca Simatupang, pemilik ladang sebelah ladang korban. “Na paloja hu do on, ai Sintua nami do Oppung Parpiring on, alai nuaeng nunga pansiun (Yang terlalu capeknya ini, pengurus gereja kaminya Oppung Parpiring ini, tapi sekarang sudah pensiun),” ujar seorang ibu setengah tua yang minta namanya jangan dikorankan. Seorang warga juga menambahkan, korban adalah janda dari H Batubara, yang dulunya tukang jahit di Pajak Hongkong, Jalan Diponegoro, Kelurahan Proklamasi. “Tukang jahit hinan do suamini inang uda on di Pajak Hongkong (tukang jahit dulu suaminya bibiku ini di Pajak Hongkong),” ujar pria yang mengaku marga Batubara itu. Warga Jalan Sekata, Kelurahan Sukadame, itu juga menambahkan, kedatangannya ke TKP untuk menemui korban di ladang sekaligus menyampaikan undangan pesta. “Hape ro ahu tuson, naeng pasahat hon undangan do, hape gabe songonon (padahal kedatanganku kemari, hendak menyampaikan undangannya, rupanya jadi begini),” tutur pria berkumis itu dengan nada tertahan karena merasa sedih. Beberapa lama menunggu kedatangan mobil ambulan, akhirnya diputuskan agar mobil patroli Polsek Siantar Marihat membawa korban ke rumah duka. Tampak seorang pria bertubuh tambun, cucu korban, yang belakangan diketahui bernama Julianto Tambunan, dibantu warga langsung mengangkat jenazah oppungnya tersebut ke mobil patroli milik polisi. Setibanya di rumah duka, Julianto Tambunan mengungkapkan, semasa hidupnya korban tinggal sendirian sejak keberangkatan putrinya, Lisken br Batubara, tiga hari lalu. “Tolu ari na lewat dope diberangkathon oppung on tante Lisken tu Irian Jaya (Tiga hari yang lalu nenekku ini memberangkatkan tante Lisken),” ungkap pemuda berusia 24 tersebut. Amatan di rumah duka, para tetangga korban kompak, tanpa dikomando membereskan segala sesuatunya di rumah korban, termasuk memandikan dan menggelar tikar sampai menyiapkan tempat tidur untuk persemayaman korban sementara. Kapolsek Siantar Marihat AKP E Tarigan mengatakan, korban tidak divisum atas permintaan keluarga. “Pihak keluarga menduga, korban meninggal karena terlalu capek, karena sudah berusia lanjut,” katanya. (napit)

0 Response to " Sintua Tewas Terkapar Di Ladang "

Populer Hari ini

POPULER MINGGU INI

Diberdayakan oleh Blogger.

Daftar Blog Saya