Salawi = Semua Salah Jokowi

Salawi = Semua Salah Jokowi
Salawi = Semua Salah Jokowi
Selamat malam Sobat....
Belakangan ini, di negara kita tercinta ini sering terjadi berbagai masalah. Baik itu masalah bencana, masalah keuangan, masalah PHK, masah Fre Port, dan juga berbagai masalah yang perlu harus diselesaikan.
Tapi anehnya, dengan hadirnya masalah-masalah tersebut, hadir pula berbagai cercaan maupun hujatan kepada Sang Pemipin negri kita ini, seolah-olah beliau lah yang jadi penyebab terjadinya berbagai masalah yang telah terjadi.

Kalau dulu kita sering mendengar kata Salam Dua Jari atau Salam Tiga Jari, sekarang sudah berubah jadi Salam Salawi
.
Apa sebenarnya arti Salawi ini...?
Salawi adalah singakatan dari SemuA saLAh jokoWI.
Kata kata Salawi atau Semua Salah Jokowi ini berasal dari kebencian orang-orang yang anti atau benci dengan kepemimpina Jokowi
Semua permasalahan yang terjadi di negara ini disebut-sebutkan berasal dari kesalahan Pak Jokowi.

Apa sebenarnya yang dilakukan oleh Pak Jokowi hingga Beliau yang selalu dipersalahkan? Bahkan yang lebih parah lagi, Bencana Gunung Sinabung yang terjadi di Tanah Karo-Sumut disebut-sebut karena Jokowi.
Wah,,, Miris Sekali... Tapi sungguh tak masuk di akal, hehhhe...

Memang, sejak Pilpres 2014 sudah banyak yang tidak suka sama Pak Jokowi.
Kenapa saya bilanng demikian...?
Karena data Hasil Pilpres 2014 yang lalu membuktikan bahwa sebanyak 62.576.444 orang (46,85%) dari 133.574.277 tidak menyukai/tidak memilih Pak Jokowi jadi Presiden.
Walau sebanyak 62 juta orang lebih yang tidak Suka Jokowi Presiden, tapi kenyataanya masih lebih banyak yang menyukai Pak Jokowi jadi Presiden. Hehhe....

Sejak Pak Jokowi jadi Presiden, sangat banyak berita berita HOAX yang yang disebarkan oleh orang-orang yang 'Anti Jokowi'.
Berita-berita itu disebarkan lewat berbagai media massa yang dalam pemberitaannya tidak di re-cek terlebih dahulu.
Mengapa mereka melakukan itu? Saya pkir karna mereka(media tersebut) lebih mementingkan rating atau 'uang'.

Kalau kita lihat ke belakang, 2 Presidien yang berlatarbelakang 'militer' sebelum era Pak Jokowi, tidak ada yang berani mempersalahkan beliau-beliau tersebut secara terang-terangan. Kalaupun ada, nasibnya akan jadi kurang beruntung. Hehhe...
Lho,,, Kok bisa begitu...?....
Yah,,, apa mau dikata, begitulah masanya, hehhe...

Oh ya, tadi sekitar Pukul 12 saat jam istirahat siang, saya membuka akun facebook. Di beranda facebook, saya melihat sebuah catatan seorang teman yang bernama Thomson Cyrus yang dipublikasikan lewat Kompasiana dan ditautkan ke Facebook.
Dalam catatan itu, dia berbagi cerita pengalaman dan sudut pandang nya tentang celoteh Salawi atau Semua Salah Jokowi.
Berikut tulisannya:

Sejak tahun 2000-an hingga kini, saya bekerja selalu berhubungan dengan pabrik, baik ketika karyawan saat itu, hingga kini sudah mulai memberanikan diri menjadi wiraswasta pemula. Saya mungkin sudah jalani (masuk ke pabrik di seluruh Indonesia, ribuan pabrik). Mulai dari pabrikfood n beverage, pabrik otomotif, pabrik elektronik, pabrik baja dan sejenisnya, pabrik makanan ternak, pabrik fabrikasi mesin, pabrik tekstil, pabrik perkakas rumah tangga, dan lain sebagainya.

Saya bekerja mulai darisales engineeringuntuk berbagai produk pabrikasi sebagai suplier ke pabrik-pabrik, hingga saya membuka usaha kecil kecilan sebagai mitra strategis pabrik baik dalamsuppliermaupun kontraktor atau semacamnya. Mengapa latar belakang ini perlu saya jelaskan. Agar pembaca paham, bahwa saya menulis artikel ini bukan dari informasi bacaan atau referensi pemberitaan lainnya.

Anda bisa saja punya keilmuan yang baik, tetapi belum tentu punya pengalaman seperti yang saya alami, biar lebih jelas dan anda bisa percaya isi artikel ini.

Saya telah jalani hampir semua pabrik yang ada di wilayah Jabodetabek, Jawa Barat, Banten, Sebagian kecil Jawa Tengah, Wilayah Sumatera dan Batam. Saya sudah lihat bagaimana proses pembuatan makanan dan minuman yang anda dan saya makan di berbagai pabrik, saya telah lihat proses pembuatan pembalut wanita yang membuat mereka nyaman berjalan ketika masalah itu datang. Saya juga telah duduki juga beberapa Mercy dan BMW yang Anda pakai (karena saya belum punya) di pabriknya, di Gunung Putri dan Sunter sana, sewaktu dirakit.

Dan saya selalu mendapatkan harga baju yang diskon 70 persen gerai pabriknya langsung di Kawasan Industri Pulogadung, sehingga jika anda membeli satu merek yang sama, saya bisa dapat 2 atau 3pcs.

Saya harus menghormati pabrik BIR di kawasan Daan Mogot dan Tambun dengan menjaditester, meskipun saya tidak doyan minum BIR, karena mereka menyediakan secara gratis dilobbytamunya.

Dan Pengalaman yang masih banyak lagi, mungkin suatu saat akan saya tulis satu per satu pengalaman yang hebat itu.

Karena di bulan Februari ini, bulan yang penuh kasih sayang ini, kita dikagetkan oleh pemberitaan PHK yang begitu masif, maka ada baiknya kita membicarakan itu dalam sudut pandang yang berbeda. Sebab kalau kita melihat TV dan pemberitaaan media baik itu media sosial maupun mediamainstream. Wah... Sangat Mengerikan... Padahal menurut sudut pandang saya, biasa saja, hanya kita perlu waspada dan carikan solusinya.

Baik... Ada beberapa pemberitaan yang menurut saya harus diluruskan agar kita semakin pintar melihat dan menanggapi berita. Di antaranya:

Pertama, pemberitaan yang saya lihat selama ini tidak berimbang dan pemberita tidak melakukan cek n recek. Disebut bahwa pabrik mobil Ford di Indonesia tutup (ngeri kali bah, istilah Medan). Pabrik mobil Ford belum pernah ada didirikan di Indonesia. PT Ford Indonesia yang dikatakan tutup itu bukan pabrik pembuatan atau perakitan mobil Ford, tetapi distributor resmi pemegang merk mobil Ford di Indonesia. Ini 2 hal yang berbeda. Kalau perusahaan distributor resmi tutup, itu artinya penjualannya tidak target, bisa kita simpulkan PT Ford Indonesia tidak mampu bersaing. Dengan siapa? Ya tentu dengan distributior mobil pesaing dong, seperti distributor Toyota, Daihatsu, Suzuki, Nissan, dll. Apakah Ford akan meninggalkan Indonesia? Tidak mungkin. Penjualan mobil Ford di Indonesia antara 6 ribu sampai 7 ribu setahun. Itu angka penjualan yang cukup lumayan loh. Ford hanya mengganti distributornya, apakah akan dia dirikan sendiri atau tetap menggandeng distributor yang ada. Itu hanya masalah efisiensi agar dapat bersaing. Ford akan tetap dijual di Indonesia dan penjualnya akan tetap membutuhkan tenaga Kerja (itu pasti).

Kedua, Pabrik Toshiba dan Panasonic tutup. Anda jangan terkecoh dulu. Pabrik Toshiba yang mana? (kulkas, printer atau apa?) Kan banyak merk Toshiba. Ini juga tidak akurat pemberitaannya. Mungkin yang dimaksud adalah pabrik Toshiba yang ada di kawasan industri Cikarang . Merk Toshiba untuk beberapa jenis produk mungkin tak dapat bersaing dengan produk Korea. Di samping masalah harga, pasti juga lebih dipengaruhi inovasi. Produk Korea berinovasi terus, Jepang sepertinya sudah cukup puas dengan yang dia punya. Idem dengan Panasonic. Pabrik Panasonic yang mana yang tutup? Ada puluhan pabrik Panasonic. Mungkin hanya satu yang tutup? Mengapa tutup, lagi lagi pasti karena efisiensi. Wong Pabrik PT Panasonic Gobel masih berdiri kokoh di Jln Raya Jakarta Bogor, Cimanggis. Yang tutup mungkin salah satu yang ada di kawasan industri MM2100 juga, pabrik pembuat bohlam lampu. Jadi beritanya harus berimbang agar tidak panik, tidak seram, seperti beberapa pemberitaan TV yang anti Jokowi.

Ketiga, Isu politik yang dihembuskan bahwa tutupnya Panasonic dan Toshiba sebagai cara Jepang membalas kebijakan pemerintah yang lebih memilih Kereta Cepat Tiongkok dibanding kereta cepat Jepang. Saya bikin huruf besar semua. ANDA JANGAN PERCAYA, ITUHOAX. Hellooow, memang Jepang sebodoh itu? Hanya gegara Kereta Cepat Jakarta - Bandung, yang hanya Rp 70 Triliun itu, harus kehilangan beribu-ribu triliun proyek dan pabrik yang sedang ditanganinya di Indonesia?Come on beibjangan mudah terprovokasi oleh berita murahan itu. Sekali-sekali anda boleh berakhir pekan, jangan hanya berkunjung kemall, puncak, Ancol, tetapi bawalah sekali-sekali anak istri Anda, ke daerah-daerah kawasan industri yang ada di sepanjang pinggiran Jobodetabek, Cikarang, Karawang, Cikampek, Purwakarta hingga Bandung. Di setiap pinggiran kawasan industri itu banyak restoran-restoran Jepang berdiri. Di samping Anda memperkenalkan pada anak istri anda kawasan industri, Anda boleh juga menikmati kuliner Jepang, Korea di daerah Cikarang, hingga Karawang. Di sana ada ribuan pabrik berdiri dan terus berkembang, setiap hari ada pabrik yang didirikan. Itu kebanyakan pabrik Jepang, otomotif dan elektronik. Jadi, saya harap anda jangan percaya dengan isu bahwa Jepang akan angkat kaki dari Indonesia. Ituhoaxdan pekerjaan yang anti Jokowi. Bahwa ada yang tutup, iya kita akui, tetapi jangan lupa! Lebih banyak yang buka, pabrik baru banyak didirikan sekarang di sepanjang kiri kanan jalan tol Jakarta menuju Bandung. Anda tidak percaya, coba cek sendiri. Atau anda sedang pengangguran, di sana pasti ada lowongan baru. Tolong beritakan juga dong, perusahaan-perusahaan baru yang sedang membutuhkan ribuan hingga puluhan ribu karyawan baru.
Bahwa ada masalah PHK, benar dan sedang terjadi PHK dimana-mana. Tetapi itu terjadi di seluruh dunia.

Keempat. Dihubungkan juga dengan impor buruh dari Tiongkok. Ini masalah lagi dan kita seringkali menciderai diri kita sendiri. Pernah gak kita menghargai jutaan buruh (TKI) di berbagai negara yang sedang mengadu nasib, memperbaiki kehidupannya entah apapun posisi dan bidang kerja yang mereka lakukan di luar negeri sana. Mereka bekerja dengan baik di negara orang dan menghasilkan devisa buat negara. Mengapa di saat yang sama, ketika ada buruh dari negara lain, mungkin jumlahnya baru ribuan orang, lalu kita sudah menghajar Menteri Tenaga Kerja (Hanif Dhakiri) dan Jokowi yang dikatakan berpihak kepada Tiongkok. Pernahkah anda mempermasalahkan berapa banyak tenaga kerja Jepang yang bekerja di Indonesia? Hampir semua pabrik Jepang yang ada di Indonesia, tenaga kerja Jepangnya pasti selalu ada, meskipun mereka tidak lebih pintar dari orang Indonesia (saya saksinya sendiri ya).
Bahkan di kawasan Cikarang, sedang dibangun yang namanya SCBD mirip SCBD Sudirman. Di sana akan dibangun apartemen, pusat Perbelanjaan, pusat perkantoran, hotel, dan dll, di mana sasarannya adalah para pekerja Jepang, Korea dan Tiongkok. Jadi adalah rugi besar jika Jepang hengkang dari Indonesia (catet dgn huruf besar, RUGI).
Bukankah itu konsekuensi dari sebuah investasi? Investasi berbicara tentang kepercayaan, ketika memutuskan berinvestasi maka otomatis seorang investor harus mempekerjakan orang yang dia percayai. Cara yang paling simpel mendapatkan orang yang dapat dipercaya ya harus mengenalnya. Kalau Tiongkok yang berinvestasi, maka investor sudah pasti membawa orang kepercayaannya, termasuk buruh. Yang harus kita perkuat adalah produktivitas buruh kita,skillburuh kita. Waduh, Bapak Ibu, hehe, kalau anda sekalian melihat kenyataan di lapangan, orang kita ituskillnya kalah dengan buruh di luar. Sudah gitu, ngeyel lagi, makan hati pokoknya.

Jadi menurut pandangan saya, buruh impor adalah konsekuensi dari sebuah pilihan investasi. Terimalah dan kalahkan mereka. itu saja.

Dari semua permasalahan yang ada ini (PHK), maka mata kita pasti tertuju kepada Jokowi. Mampu gak Jokowi mencari jalan keluarnya? Saya yakin, Jokowi dengan berbagai strateginya akan mampu memperbaiki kondisi yang ada. Februari 1 dolar = Rp 13.600-an, tentunya membuat harapan kita besar. Januari 2016 inflasi di bawah 1 persen, itu juga sinyal positif. Kalau APBN baru cair di pertengahan tahun seperti biasanya, maka di tahun 2016, sejak Januari, proyek sudah mulai berjalan. Tentunya dapat menggerakkan perekonomian. Dana Tiongkok sudah mulai masuk (kita butuhfresh money) untuk perputaran ekonomi. Dan lain sebagainya.

Buat kaum buruh dan tenaga kerja yang mengalami PHK, tetap optimis, kreatif dan bekerja keras. Esok adalah harapan baru. Jika boleh, saran saya, jadilah wiraswasta, itu jauh lebih berharga jalan pasti ada. Doa kita menyertai anda semua.

Jadi buat Kaum Salawi, bersabar sedikit, masa depan anda juga pasti akan lebih cerah.

Catatan saja sedikit buat (Muhammad Iqbal) Ketua buruh KSBI agar jangan menuntut terus dan demo terus menerus, sebab anggota anda yang menjadi korban. Sabar sedikit, doakan agar Prabowo bisa terpilih, sehingga anda bisa menjadi Menteri Tenaga Kerja, itupun kalau dipercaya oleh PKS, hehe...
Gitu aja dulu...

Salam Salawi, yang penting Jokowi salah.
Thomson Cyrus.

Sumber: http://www.kompasiana.com/thomsoncyrus/gelombang-phk-import-buruh-tiongkok-dan-isu-jepang-yang-ngambek-semua-salah-jokowi_56b4221e917a61cd148d1d30?utm_source=FB&utm_medium=Click&utm_campaign=KompsanaFB

Dari tulisan diatas, saya pikir ada baiknya kita berpola pikir seperti Pak Thomson Cyrus. Jangan mudah terprovokasi oleh orang- orang yang anti terhadap pemerintahan Jokowi, dan jangan mudah percaya pada berita-berita yang diberitakan oleh media yang dalam pemberitaannya tidak berimbang, karena mereka hanya mmentingkan rating atau 'uang'.
Jangan pula kita selalu menyalahkan orang lain yang belum tentu salah.
Semoga masalah- masalah yang kita hadapi sekarang in cepat teratasi dan semoga hari esok lebih baik dari hari ini.
Terimakasih.

(Lihat juga post/artikel sebelumya : 6 Jenis Makanan Yang Tak Boleh Dipanaskan Ulang )

Hastag: #Salawi #SemuaSalahJokowi #Jokowi

0 Response to " Salawi = Semua Salah Jokowi "

Populer Hari ini

POPULER MINGGU INI

Diberdayakan oleh Blogger.

Daftar Blog Saya