Pilkada, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menyesalkan kebijakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang mewajibkan pasangan calon Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017 putaran kedua untuk kembali berkampanye.

Artinya, pasangan inkumben, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Djarot harus kembali cuti dari jabatannya sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta untuk berkampanye.

Baca juga: Pilkada Putaran 2, Djarot Lebih Ingin Kerja daripada Cuti

Adapun ketentuan cuti bagi inkumben itu diatur dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah.

Keputusan adanya kampanye dalam putaran kedua itu diambil setelah KPUD berdiskusi oleh KPU Pusat pada pekan lalu. Rencananya, kampanye akan dilakukan tiga hari setelah hari penetapan pasangan calon putaran kedua pada 4 Maret 2017.

"Kami sudah cuti 3,5 bulan kemarin. Aturannya sebelumnya sudah ada bahwa putaran kedua tidak ada cuti, cuma sosialisasi visi dan misi dalam bentuk debat. Kalau suruh cuti terus kapan kerjanya?" ujar Djarot di Bumi Pos Perjuangan Rakyat (Pospera), Cipinang Muara Jakarta Timur, Minggu, 26 Februari 2017.

Djarot menuturkan banyak pekerjaan yang ia tinggalkan pada masa cuti kampanye selama 3,5 bulan lalu. Jika paslon diwajibkan untuk kembali berkampanye maka baik Ahok atau Djarot akan kembali kehilangan waktu kerjanya selama satu bulan.

Sementara itu, Djarot menilai masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan menjelang akhir masa kepemimpinannya.

"Katakanlah tambah lagi satu bulan. Berarti jumlah total cuti jadi 4,5 bulan cuti. Padahal Maret sampai April masih musim penghujan. Jadi kami mohon sebetulnya kita fokus kerja saja," ucapnya.

Djarot menuturkan, kalau Basuki dan Djarot harus cuti, mereka akan kesulitan untuk menangani masalah yang tiba-tiba terjadi di Jakarta. Belum lagi kondisi cuaca Jakarta juga masih ekstrem. Ia mencontohkan insiden papan baliho yang ambruk di depan Rumah Sakit Harapan Kita, Slipi Jakarta Barat.

Simak juga: Banjir Jakarta, Djarot Tak Khawatir Suaranya Melorot  

"Kalau cuti kami susah untuk menangani papan baliho yang roboh kan? Karena banyak persoalan yang muncul. Maka kalau seperti ini kami cek semua. Karena kemarin angin kencang luar biasa, bukan di Jakarta saja, tapi di mana-mana roboh," ujar Djarot.

Dia menuturkan lebih baik dirinya menyelesaikan tugas selama menjadi wakil gubernur dari pada harus mengikuti cuti kampanye. Menurut dia, dalam putaran kedua ini sebaiknya hanya mempertajam visi dan misi dari masing-masing pasangan calon.

LARISSA HUDA