Nasional, Padang - Kerajaan Arab Saudi belum memenuhi janjinya untuk memberikan asuransi dan santunan kepada korban crane di Mekkah, Arab Saudi pada September 2015 lalu. Kedatangan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud ke Indonesia bisa menjadi momentum untuk mengingatkan janjinya kepada korban yang hingga hari ini belum ditepati.

"Kami (LBH Padang) atas nama korban crane Zulfitri Zaini, kembali mengingatkan Raja Arab Saudi terhadap janjinya sendiri," ujar Direktur LBH Padang Era Purnama Sari, Ahad 26 Februari 2017.

Baca juga: Raja Arab ke Indonesia, LBH Tagih Janji ke Para Korban Crane

Zulfitri merupakan salah satu korban jatuhnya crane di Mekkah, Arab Saudi, asal Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Saat dirawat di rumah sakit di Arab Saudi, pemerintah Arab Saudi berjanji memberikan asuransi dan santunan sebesar satu juta riyal atau sekitar Rp 3,8 miliar. Namun sejak kembali ke Tanah Air pada 2 Oktober 2015 hingga sekarang, Zulfitri belum mendapatkannya.

Padahal, puing-puing besi crane itu melukai pergelangan tangan sebelah kiri, dan lengan sebelah kiri mengalami luka sobek cukup dalam. Begitu juga dengan kaki kanannya, sehingga harus diamputasi.

Pada 2016, ia telah melakukan dua kali operasi, mencabut pen yang dipasang pada pergelangan tangan kiri dan operasi akibat tumbuhnya benjolan pada bekas luka bagian lengan korban. Korban juga melakukan pemeriksaan rutin terhadap kaki dan membuat kaki palsu sebesar Rp 28.500.000.

"Presiden Jokowi harus mendesak Raja Arab untuk segera menepati janinya terhadap korban kecelakaan crane. Ada 33 jemaah haji asal Indonesia yang menunggu pertanggung jawaban Pemerintah Arah Saudi. Presiden tak boleh lupakan itu," ujar Era.

ANDRI EL FARUQI