Pilkada, Jakarta - Peneliti Lingkaran Survei Indonesia, Ardian Sopa, menilai debat kandidat terakhir tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap elektabilitas pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta. "Kita sudah melewati dua kali masa debat, dan terlihat dari dua kali masa debat itu pengaruh secara elektoral tidak signifikan," kata Ardian di kantor LSI, Jakarta Timur, Jumat, 10 Februari 2017.

Ardian menuturkan jumlah pemilih yang belum memutuskan sebelum masa debat tercatat sekitar belasan persen. Namun, setelah debat, angkanya menjadi 8,5 persen. Ardian menilai, perubahan swing voters dipengaruhi oleh banyak hal selain debat kandidat. Menurut dia, intensitas pertemuan pasangan calon secara door to door dan menyapa masyarakatlah yang bisa mengubah dukungan. "Debat penting, tapi secara efek elektoral tidak terlalu banyak," kata dia.

Baca: Survei Indikator: Ahok Mantap, Agus Anjlok, dan Anies Melejit

Khusus pengaruh debat terhadap tingkat elektabilitas, Ardian mengaku sulit untuk memperkirakan angkanya. Sebab, ada sejumlah variabel yang harus diukur. Salah satunya, apakah orang itu menonton debat atau tidak. Kedua, setelah menonton debat atau tidak, apakah percaya dengan siapa yang menjadi pemenang debat.

Masalah lainnya, dia menyebutkan, mereka yang menonton debat relatif sudah memiliki ketetapan hati untuk menyaksikannya. Sehingga, menonton debat hanya untuk mengkonfirmasi terhadap dukungannya. Karena itu, Ardian mengatakan tidak heran bila dalam menonton debat, pemenangnya ditentukan oleh masing-masing pendukung. "Dari awal mereka sudah punya pilihan. Sehingga debat terjadi lebih pada konfirmasi terhadap dukungan-dukungan yang sudah punyai saja," ucapnya.

Simak: LSI Denny JA : Pemilih Golput Pilkada DKI di Atas 30 Persen

Di sisi lain, Ardian melihat bahwa swing voters menjadi penentu kemenangan para kandidat. Ia menuturkan, kandidat yang paling agresif dan siginifikan meraih swing voters-lah yang akan menjadi pemenang. Saat ini, LSI mencatat total swing voters di lima hari menjelang pencoblosan sebesar 22,6 persen.

Adapun debat kandidat yang berlangsung malam ini merupakan tahapan terakhir. Debat diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum DKI sebanyak tiga kali, yaitu pada 13 dan 27 Januari, dan 10 Februari 2017. Materi yang akan didebatkan adalah mengenai kependudukan, perlindungan anak, pemberdayaan perempuan dan antinarkoba.

Lihat: Ayo Nonton Debat Calon Gubernur DKI di Tempo

FRISKI RIANA