Bisnis, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan perjalanan dari Jakarta menuju Panjang, Lampung melalui jalur laut lebih ekonomis ketimbang jalur darat.

Baca : Alih Fungsi Lahan Sawit Sebabkan Riau Kekurangan Beras

Budi mengatakan ada empat hal yang membuat perjalanan lebih ekonomis. Pertama, ketahanan suku cadang kendaraan bisa bertahan lebih lama. Kendaraan juga bisa lebih hemat bahan bakar.

Baca : Jelang Akhir Februari, Repatriasi Tax Amnesty Rp 141 Triliun

Ongkos perjalanan pun lebih murah karena tidak ada biaya tol. "Jalur laut lebih ekonomis karena kalau di darat mesti kasih banyak orang," kata Budi di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Ahad, 26 Februari 2017.

Budi mengatakan kapal motor penyebrangan (KMP) Mutiara Timur I dengan rute Pelabuhan Tanjung Priok-Pelabuhan Panjang bisa memenuhi sisi ekonomis tersebut. Suryasan, 57 tahun, merupakan pengemudi truk tronton sudah merasakan harga yang lebih irit.

Sejak tahun lalu, Suryasan rutin pulang pergi Jakarta-Lampung menggunakan Mutiara Timur I. Biasanya, ia menyebrang dari Pelabuhan Merak. "Lebih menguntungkan pakai kapal ini," kata dia.

Suryasan mengaku bisa menghemat 120 liter solar dibandingkan jalur sebelumnya. Ia juga tak perlu lagi merogoh kocek untuk pungutan liar. Menurut Suryasan, ia bisa empat kali dimintai pungutan sekali jalan. Satu pungutan biasanya senilai Rp 25 ribu.

Suryasan tak menyesal walau harga penyebrangan dari Tanjung Priok lebih mahal ketimbang di Merak. Dengan KMP Mutiara Timur I, ia harus membayar Rp 1,7 juta sementara dari Merak tarifnya hanya Rp 1,3 juta. "Saya bisa tidur semalaman," katanya.

VINDRY FLORENTIN