Bisnis, Jakarta - Korporasi tambang milik negara, PT Timah (Persero) Tbk., mengeluarkan biaya eksplorasi sekitar Rp6,56 miliar di daerah Bangka dan Belitung sampai Januari 2017.

Sekretaris Perusahaan Timah Sutrisno S.Tatetdagat memaparkan biaya operasional itu terdiri dari Rp6,56 miliar untuk biaya operasional dan Rp60 juta untuk biaya investasi.

Menurutnya, kegiatan eksplorasi Timah di laut berupa kegiatan pemboran pemboran prospeksi dan pemboran rinci di perairan Bangka (L. Cupat, L. Ranggam, L. Permis) dengan menggunakan lima unit kapal bor.

“Kegiatan Eksplorasi di darat pada bulan Januari 2017 meliputi pemetaan geologi, core logging, percontoan core,pengukuran grid bor dan pemboran timah primer di pulau Bangka (Pemali, Bukit Pret, Bukit Baji, Jangkang, Kulur) dan Belitung (Batu besi Damar),” paparnya dalam pengumuman di laman BEI, Jumat, 10 Februari 2017.

Menurutnya, hasil kegiatan eksplorasi sampai dengan Januari 2017 adalah mendapatkan penemuan sumber daya baik di darat maupun di laut. Kegiatan eksplorasi di laut mendapatkan sumber daya tertunjuk (indicated) sebesar 13 ton dan sumberdaya terukur (measured) sebesar 503 Ton.

“Semuanya merupakan tipe endapan timah alluvial sedangkan hasil perolehan sumber daya dari kegiatan eksplorasi di darat belum dapat dilaporkan karena masih dalam proses penyelesaian,” paparnya.

Menurutnya, rencana kegiatan eksplorasi pada Februari 2017 adalah melakukan evaluasi dan melanjutkan kegiatan bulan sebelumnya.

Kegiatan pemboran prospeksi dan pemboran rinci di laut direncanakan menggunakan 4 kapal bor yang dialokasikan di perairan Bangka (Lt. Ranggam, dan Lt Permis), sedangkan untuk pemboran timah primer di pulau Bangka (Bukit Baji, Kulur, Pemali, Jangkang, dan Bukit Pret) dan Belitung (Batu besi Damar).
BISNIS.COM