Nasional, Bandung - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah Jawa Barat akan menerbitkan surat perintah penjemputan terhadap Imam Besar Front Pembela Islam Rizieq Syihab. Sebab, Rizieq dua kali tak memenuhi panggilan polisi untuk diperiksa sebagai tersangka kasus penistaan lambang negara Pancasila dan pencemaran nama baik Presiden Sukarno.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Barat Komisaris Besar Yusri Yunus mengatakan sudah melayangkan surat pemanggilan kedua kepada Rizieq. Namun, Rizieq kemungkinan tidak datang karena hingga Jumat siang, 10 Februari 2017, tidak ada tanda-tanda bakal datang.

Baca: Rizieq Temui Wiranto, Aksi 112 Jadi Dzikir di Istiqlal

"Kami akan menunggu dahulu sampai habis hari ini. Kalau memang tidak juga hadir, kami keluarkan sprint (surat perintah) membawa," kata Yusri saat ditemui wartawan di Markas Polda Jawa Barat, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Jumat, 10 Februari 2017.

Kuasa Hukum Rizieq, Kapitra Ampera mengatakan kliennya berhalangan hadir lantaran menjaga situasi kondusif menjelang pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta yang akan dilaksanakan pada Rabu, 15 Februari 2017.

Simak: Hadiri Pemeriksaan Polisi, Ketua GNPF MUI: Sesuai Janji Saya

Kapitra meminta agar Polda Jawa Barat tidak usah melakukan penjemputan kepada Rizieq karena ketidakhadiran kliennya demi berupaya menjaga situasi kondusif menjelang pelaksanaan pilkada.

"Jangan sampai begitu (dijemput). Kami sama-sama menghormati, kenapa harus dijemput. Kalau (dijemput) pakai helikopter bolehlah, kami pertimbangkan," ujar Kapitra.

Lihat: Aksi 112, Mengapa FUI Bawa Pendekar Betawi dan Banten?

Menanggapi alasan Kapitra, Yusri mengatakan tidak ada hubungannya antara Pilkada DKI Jakarta dengan surat pemanggilan Polda Jawa Barat terhadap Rizieq. "Harusnya tidak menjadi alasan. Panwaslu bukan, dia mau bikin kacau," ucap Yusri.

AMINUDIN A.S