Travel, Jakarta - Kabar gembira! Macan tutul yang semula diduga telah punah, ternyata masih bertahan dan terlihat di Suaka Margasatwa (SM) Cikepuh, Sukabumi, Jawa Barat. Kegiatan satwa tersebut tertangkap oleh kamera jebak (camera trap) yang dipasang di beberapa tempat.

Berita lain: Yang Khas Dari Sleman: Gelar Macapatan Rutin Tiap ...

Macan tutul (Panthera Pardus Melas) semula diduga punah secara lokal akibat perburuan dan perambahan. Kawasan SM Cikepuh mengalami rusaknya 50 persen pada awal era reformasi 1998-2001.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat Sustyo Iriyono di Jakarta, Kamis, mengatakan kabar gembira ini diketahui berdasarkan hasil pengamatan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat pada bulan Juli-Agustus 2016.

Semua berawal dari informasi peneliti mahasiswa, masyarakat sekitar, dan hasil survei primata International Animal Rescue (IAR), yang menemukan tanda-tanda keberadaan macan tutul. Tanda-tanda itu berupa bekas cakaran, kotoran, dan jejak. Lalu BBKSDA Jawa Barat sebagai pengelola kawasan SM Cikepuh, bersama masyarakat, IAR, dan Yayasan Harimau melakukan pengamatan. 

Berita lain: Belasan Replika Naga Siap Lakukan Kirab Cap Go Meh ...



Pengamatan dilakukan dengan memasang kamera jebak pada lokasi-lokasi yang diduga menjadi wilayah jelajah macan tutul. Hasil pengamatan selama 28 hari menghasilkan tujuh frame video yang merekam aktivitas macan tutul di SM Cikepuh. Dari video diketahui ada tiga ekor macan tutul dengan pola tutul kuning, sedangkan satu ekor merupakan varian tutul hitam. Yang terakhir ini sering dikenal dengan macan kumbang.

Identifikasi menunjukkan keempat macan tutul tersebut merupakan individu yang berbeda. Melalui analisa sederhana, diprediksi bahwa populasi macan tutul di SM Cikepuh saat ini sekitar 12 ekor. Pengamatan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui kepastian jumlah individu serta sex ratio macan tutul di kawasan ini.

KLHK selanjutnya akan menyusun program dan rencana kerja yang disinergikan dengan program strategis kawasan lainnya. Program itu adalah inventarisasi macan tutul, mitigasi konflik macan tutul, pengendalian kebakaran hutan, pengembangan zona inti Geopark Ciletuh, reintroduksi satwa liar lainnya serta restorasi habitat satwa.

ANTARA