Bisnis, Jakarta - Bank Dunia menyatakan Indonesia perlu mengurangi hambatan pada sektor jasa untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing. Mengingat permintaan jasa di Indonesia lebih banyak dibanding sebagian besar sektor lain.

"Namun demikian, Indonesia memiliki beberapa peraturan yang ketat yang paling menghambat perdagangan jasa," ucap Acting Lead Economist Bank Dunia, Hans Anand Beck, di Jakarta, Rabu, 22 Maret 2017.

Baca : Bank Dunia Kucurkan 100 Juta Dolar AS Bagi Pemerintah Daerah

Hans menyatakan hambatan membuat produktivitas di bidang jasa menjadi lebih rendah dibandingkan negara-negara lainnya. Hambatan tersebut juga menjadi faktor rendahnya produktifitas sektor manufaktur. Musababnya sektor jasa berkontribusi untuk memproduksi barang-barang manufaktur.

Baca : Sri Mulyani ke Kantor Luhut, Bahas Rapat IMF dan Bank Dunia  

Menurut Hans, hambatan di perdagangan jasa merugikan pertumbuhan produktivitas sektor-sektor ekonomi lain. Ihwalnya, jasa menjadi input penting bagi produksi industri.
"Sudah saatnya mengkaji ulang hambatan kebijakan yang terkait perdagangan jasa untuk memastikan Indonesia memberi layanan jasa berkualitas yang bermanfaat bagi ekonomi secara keseluruhan," kata dia.

Baca: Tekan Dwelling Time Jadi 2 Hari, Ini 3 Langkah INSW

Menurut data dari Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) Indonesia termasuk negara dengan hambatan terbanyak perdagangan jasa. Untuk menekan biaya logistik, sejatinya pemerintah sedang menyiapkan dan menyempurnakan rancangan paket kebijakan ekonomi jilid XV tentang logistik.

Fokus kebijakan ini adalah untuk menekan biaya logistik, antara lain mengatur elemen penyedia jasa logistik, infrastruktur, dan pusat distribusi."Bukan hal yang mudah, tapi kami yakini ini akan turun," ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Lukita Dinarsyah Tuwo, di Grand Hyatt, Jakarta, Selasa, 21 Maret 2017.

Lukita mengatakan latar belakang dari kebijakan ini adalah biaya logistik yang tinggi di Indonesia, juga kinerja pelabuhan yang belum optimal, termasuk soal dwelling time. "Kami akan mempercepat itu," katanya.

TONGAM SINAMBELA | ALI HIDAYAT