Nasional, Padang - Korban tewas dalam bencana tanah longsor di Kabupaten Limapuluh Kota, Provinsi Sumatera Barat berjumlah lima orang. Longsor dan banjir melanda daerah itu akibat hujan ekstrem yang berlangsung selama beberapa hari.

"Hingga saat ini ada lima warga yang tewas setelah tertimbun material longsor," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Limapuluh Kota Nasriyanto, Ahad 5 Maret 2017.

Berdasarkan data BPBD Limapuluh Kota, warga yang ditemukan tewas di jalur utama Kilometer 17 Sumatera Barat - Ria itu yakni, Doni Fernandes 31 tahun, Teja (19), Yogi Saputra (23), Muklis alias Ujang (45), dan Karudin (25). Adapun dua orang luka berat yaitu Syamsul Bahri (22) dan Candra (42).

Baca: 5 Warga Tewas Akibat Tanah Longsor di Sumatera Barat

Menurut Nasriyanto korban meninggal dunia setelah mobil yang mereka tumpangi tertimbun longsor. Ada sekitar delapan mobil yang jatuh ke jurang akibat longsor di Nagari Koto Alam, Kecamatan Pangkalan. "Pencarian masih kami lanjutkan," ujarnya.

Sedangkan penanganan terhadap korban banjir, ujar Nasriyanto, pihaknya masih melakukan pendataan. BPBD, menurutnya, kesulitan mendata warga karena jaringan komunikasi di lokasi kurang bagus.

Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi mengatakan ada sejumlah titik longsor di sepanjang jalur Limapuluh Kota menuju Riau. Namun material longsoran yang sempat mengganggu lalu lintas sudah dipinggirkan. Satu hingga dua hari ke depan, kata dia, puluhan kubik kayu material longsor bakal diangkut dan dibersihkan.

Simak: Limapuluh Kota Terapkan Tanggap Darurat Bencana 6 Hari

Adapun jalan  di jalur Sumatera Barat - Riau, tepatnya di Sibumbun Tanjung Baliak, Kecamatan Pangkalan Kotak Baru masih tertimbun longsoran. Jalan negara ini akan terus diperbaiki hingga kembali normal. "Tapi akses lalu lintas masih kami tutup untuk percepatan penanganan sisa material longsor," ujarnya.

Irfendi mengimbau warganya untuk mewaspadai ancaman banjir dan longsor. Sebab intensitas hujan tinggi di Limapuluh Kota masih berpotensi terjadi dalam seminggu ke depan.

Lihat: Tujuh Kecamatan di Gunungkidul Berpotensi Longsor

Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota juga telah mendirikan posko utama di kantor bupati lama. Mereka menerima bantuan untuk korban gempa dan longsor.

Adapun kebutuhan yang sangat diperlukan saat ini berupa alat berat untuk membersihkan material longsor, mobil rescue, perahu karet, tenda, permakanan, obat-obatan, selimut, dan lainnya. Juga air untuk membersihkan rumah warga setelah terendam banjir.

ANDRI EL FARUQI