Metro, Bogor -Pemerintah Kota Bogor dan Kabupaten Bogor melakukan pertemuan tertutup di Kantor Bupati Bogor, Cibinong, Kamis, 23 Maret 2017. Pertemuan bersifat koordinasi itu untuk mencegah meluasnya bentrokan antara pengemudi ojek online dengan sopir angkutan kota di kedua wilayah tersebut.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Kota Bogor Tyas Ajeng mengatakan rapat koordinasi dihadiri Bupati Bogor Nurhayanti dan Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto. Rapat juga dihadiri unsure Kepolisian Resor Bogor, Kepolisian Resor Bogor Kota, Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Jawa Barat, Dinas Perhubungan Jawa Barat, Satuan Brimob Kedunghalang, dan instansi lain.

Baca: Pengendara Ojek Online dan Sopir Angkot Bentrok Lagi di Bogor

“Juga sejumlah elemen yang ingin berkontribusi untuk mencari solusi atas konflik ojek online dan konvensional,” kata Tyas, Kamis, 23 Maret 2017. “Rencananya Dirjen Perhubungan darat akan hadir membahas hal tersebut,” ujar Tyas.

Menyikapi aksi mogok angkutan kota di kota Bogor, kata Tyas, Dinas Pendidikan Kota Bogor melayangkan surat imbauan yang ditujukan kepada semua kepala sekolah negeri dan swasta di Kota Bogor agar memantau situasi kelancaran angkutan umum yg biasa digunakan oleh para siswa.

“Jika terjadi mogok angkutan umum maka segera diambil langkah kebijakan sesuai dengan situasi yang ada,” ucap Tyas. Jika situasinya tidak memungkinkan bagi siswa untuk berangkat ke sekolah, Tyas menambahkan, maka siswa diliburkan dan belajar di rumah.

“Menugaskan satgas pelajar untuk memantau ke lapangan, melakukan koordinasi dengan sekolah dan dinas pendidinak, serta membantu kesulitan siswa,” kata Tyas. Sedangkan ujian SMA/SMK di Kota Bogor tetap berjalan seperti biasa dengan waktu yang disesuaikan dengan situasi kondisi.

“Jika ada siswa yang tidak bisa mengikuti ujian karena satu dan lain hal, maka siswa yang bersangkutan dapat mengikuti ujian susulan sesuai jadwal yang telah ditetapkan,”  ycap Tyas.

Aksi sweeping yang dilakukan ratusan pengemudi ojek online gabungan dari Kota Bogor, Kabupaten Bogor, dan Kota Depok, terhadap sopir angkutan kota (Angkot) di terminal Laladon berakhir bentrok, Rabu sore, 22 Maret 2017.

Baca juga: Depok Memanas, Pengemudi Ojek Online Tanggalkan Atribut

Akibatnya enam unit angkot yang mengalami kerusakan parah saat terjadi bentrokan antara sopir angkot dengan pengemudi ojek online di Terminal Laladon, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor.

M SIDIK PERMANA