Dunia, Praha – Kebun binatang di Republik Cek mengambil langkah ekstrem terhadap cula semua badak koleksinya untuk mencegah perburuan. Hal tersebut dilakukan setelah seorang penyerang membunuh seekor badak di taman satwa liar dekat Paris untuk mencuri cula.

Kebun Binatang Dvur Kralove pada Selasa, 21 Maret 2017, mengatakan pihaknya sudah mulai memotong cula badak-badak di kebun binatang itu sebagai langkah pencegahan.

Baca: Pemburu menerobos kebun binatang untuk mencuri cula badak

Direktur Dvur Kralove, Premysl Rabas, mengatakan memotong tanduk adalah satu keputusan yang sulit, tetapi risikonya terlalu tinggi dan keamanan hewan menjadi prioritas. 

”Keputusan memotong cula badak bukan hal yang mudah,” kata Rabas. ”Namun, mengingat risiko bahwa badak saat ini menghadapi ancaman tidak hanya di alam liar tapi bahkan juga di kebun binatang, maka keselamatan hewan adalah perhatian pertama kami.”

Rabas menambahkan, badak tanpa cula lebih baik daripada badak mati.

Pihak kebun binatang juga menjelaskan bahwa prosedur ini tidak berbahaya dan tidak menyakitkan serta melibatkan penenang badak yang kemudian menggunakan gergaji mesin untuk memotongnya. Cula secara perlahan akan tumbuh kembali.

Kebun Binatang Dvur Kralove Ceko memiliki koleksi 21 badak, populasi terbesar di Eropa.

Seperti yang dilansir Washington Post pada 22 Maret 2017, prosedur serupa akan diterapkan di kebun binatang di Senegal dan Belgia.

Perburuan badak hingga ke kebun binatang menandai bahwa perbuatan biadab itu tidak hanya terkonsentrasi di alam liar Afrika dan Asia, tapi juga telah pindah ke daerah metropolitan. Awal Maret ini, seorang pemburu menyelinap masuk ke sebuah taman satwa liar di dekat Paris dan menembak badak di bagian kepala kemudian menggergaji cula makhluk itu.

Serangan kekerasan pada Vince, badak putih berusia lima tahun, adalah contoh pertama yang diketahui dari badak dibunuh di kebun binatang dan memaksa penjaga kebun binatang di seluruh dunia untuk mempertimbangkan untuk meningkatkan keamanan.

WASHINGTON POST | DAILY MAIL | YON DEMA