Nasional, Surabaya - Kepala Biro Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, Benny Sampirwanto, mengatakan dalam rangka memperingati hari bumi (Earth Hour) Gubernur Soekarwo mengimbau warga Jatim untuk memadamkan listrik selama satu jam.

"Pemadaman listrik akan dilaksanakan Sabtu mendatang, 25 Maret 2017 mulai pukul 20.30 – 21.30 WIB," kata Benny melalui siaran pers Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Senin, 13 Maret 2017.

Benny mengatakan, surat imbauan tersebut akan ditujukan kepada seluruh warga di tingkat RT/RW, korporasi serta mal-mal strategis di Provinsi Jawa Timur. Menurut dia, keputusan untuk memilih mematikan listrik selama 1 jam ini dimaksudkan agar semua pihak bisa melakukan di waktu yang bersamaan.

Baca: Tragedi Raja Ampat, WWF Dukung Pemerintah Gugat Kapal Caledonian

Benny menambahkan, Pemprov Jatim siap memberikan dukungan dan komitmen terhadap aksi perubahan jangka panjang. Adapun salah satunya adalah imbauan untuk mengajak semua individu menjadikan satu juta kaos bekas sebagai reuseable bag. Hal tersebut dilakukan dalam upaya mengurangi konsumsi kantong plastik di Jatim.

“Selain mematikan listrik, masih ada kegiatan lain yang mendukung perbaikan lingkungan,” ujar Benny.

Organisasi World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia menyambut baik dukungan yang diberikan Pemprov Jatim. City Leader WWF Indonesia, Amelia mengatakan momen peringatan Earth Hour ini memang sangat istimewa karena diperingati hanya setahun sekali.

“Kalau memang kegiatan mematikan listrik bisa dilakukan secara bersama-sama otomatis penghematan listrik atau daya akan semakin banyak,” kata Amelia saat ditemui Tempo di kantor WWF jalan Simpang Dukuh Surabaya, Jumat, 17 Maret 2017.

Baca juga: Pungli Rp 6,1 M di Samarinda, Menteri Budi: Ini Kejadian Dahsyat

Amelia menjelaskan, bagian terpenting dalam peringatan Earth Hour tahun ini ialah pentingnya penghematan listrik bisa tersampaikan kepada masyarakat. Dia menambahkan, dengan melakukan penghematan listrik maka bumi akan terjaga dan secara ekonomis juga tidak terlalu boros.

Ragil Siti Rihadini, Nasional Trainer WWF Indonesia menambahkan, peringatan Earth Hour selalu diikuti oleh kurang lebih sebanyak 30 kota di seluruh Indonesia. Dalam peringatan Earth Hour tahun ini, WWF dan komunitas Earth Hour mengajak seluruh masyarakat di Indonesia untuk turut mencegah terjadinya perubahan iklim yang semakin buruk.

“Seperti yang kita lihat fenomena akhir-akhir ini di Surabaya sudah turun hujan es, di Mesir juga sempet ada salju,” kata Ragil saat ditemui Tempo di kantor WWF jalan Simpang Dukuh Surabaya, Jumat, 17 Maret 2017.

Baca juga: Pertemuan Ulama NU di Rembang, Apa yang dibicarakan?

Sebagai simbolisasi dukungan untuk gerakan mengurangi perubahan iklim, WWF beserta komunitas Earth Hour juga mengajak masyarakat untuk mematikan lampu selama satu jam. Selain itu, komunitas juga mengajak individu untuk mendaur ulang satu juta kaos bekas menjadi reuseable shopping bag dalam upaya mengurangi konsumsi kantong plastik.

“Kami berterima kasih karena pemerintah provinsi Jatim sudah mendukung aksi ini melalui surat edaran hari bumi,” ujar Ragil.

JAYANTARA MAHAYU