Tekno, Jakarta - Institut Teknologi Bandung memamerkan puluhan karya inovasi buatan dosen dan mahasiswa di Aula Barat ITB, Ahad, 5 Maret 2017. Ragam produknya beragam dari yang serius sampai untuk hiburan. Pameran tersebut terkait peringatan Dies Natalis ke-58.

Karya inovasi itu ada yang baru dan sebagian lagi pernah dipamerkan pada tahun sebelumnya. Misalnya pengembang biakan lalat tentara hitam (Hermetia illucens L.) sebagai serangga penghancur sampah organik. Karya lawas lain seperti angklung robot.

Beberapa karya lain hasil riset dosen ITB seperti alat pelesap energi gempa dengan rangka bresing tahan lekuk untuk gedung. Riset Sindur P. Mangkoesoebroto dan Muslinang Moestopo dan tim dari Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan itu untuk mengatasi risiko kerusakan gedung dari sedang sampai roboh ketika diguncang gempa besar.

Kemudian ada GeoPore Jalan Berpori karya Bambang S. Purwasasmita. Inovasi itu merupakan jalan berpori yang bisa menyerap air hujan atau genangan di sekitar rumah maupun jalan raya. “Jalan ini tanpa semen sama sekali,” katanya di sela pameran, Ahad, 5 Maret 2017.

Dari bahan bambu dan rotan, dosen dan mahasiswa juga mengolah berbagai produk fungsional. Salah satunya menjadi alat permainan catur maupun puzzle untuk mengembangkan kreativitas anak.

Inovasi lain dari mahasiswa yakni alat pemantau gas karbon dioksida (CO2) yang sangat berbahaya karena bisa mematikan secara diam-diam. Menurut anggota tim, Bintang Alfian Nur Rachman, alat tersebut telah diuji coba di pegunungan Dieng tahun lalu. “Kalau gas itu muncul, alat akan memberikan peringatan dini ke warga,” ujarnya.

ANWAR SISWADI