Nasional, Bandung - Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jendral Pajak (DJP) Jawa Barat I, Yoyok Satiotomo memesan kamar tahanan di Lapas Batu, Nusakambangan untuk menitipkan penunggak pajak yang tengah disandera. Mereka disandera karena tak melunasi tunggakan pajaknya.

“Untuk efek jera. Kalau ditahan di sini, dia masih bisa di kunjungi keluarganya, terlalu nyaman. Jadi kami pindahkan nanti ke Nusakambangan,” kata Yoyok selepas menemani pengisian SPT online gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat di Gedung Sate, Bandung, Kamis, 23 Maret 2017.

Yoyok mengatakan, satu calon penunggak pajak yang kini tengah di sandera di Lapas Kebonwaru, Kota Bandung, yang siap dikirimkan ke Lapas Batu. “Kemarin saya kebetulan dari Nusakambangan untuk booking sel bagi penunggak pajak,” kata dia.

Baca: Piutang Pajak DKI Rp 5,4 Triliun, Disiapkan 88 Juru Tagih

Menurut Yoyok, penunggak pajak HS menunggak pajak tahun 2006 hingga Rp 6 miliar. HS merupakan penunggak pajak yang tersisa dari 5 penunggak pajak yang disandera kantor pajak Jawa Barat 1 yang meliputi wilayah Bandung Raya, Cianjur, dan Sukabumi. “Yang lain sudah pada bayar,” kata dia.

Yoyok mengatakan, penungak pajak yang disandera itu memiliki tunggakan pajak di atas Rp 1 miliar. Sebagian besar memilih melunasi tungakan pajaknya dan mengikuti program Tax Amnesty. “Yang satu ini bandel dan mempengaruhi orang-orang supaya enggak bayar pajak. Kemudian ada yang sedang dalam pemeriksaan permulaan dan penyidikan, itu juga mereka rata-rata melunasi kerugian pajaknya. Itu sektiar 2-3 perusahaan,” kata dia.

Menurut Yoyok, dengan penyanderaan itu diharapkan ada efek jera untuk mendorong wajib pajak membayar pajaknya. “Kalau dari pengusaha tekstil sudah lumayan patuh, tapi masih banyak yang belum seperti sektor hotel, restoran, perdagangan, dan jasa itu belum, masih kurang,” kata dia.

Baca: Direktorat Jenderal Pajak: Tak Etis Perusahaan Raksasa Tak Bayar Pajak

Yoyok mengatakan, wajib pajak di Jawa Barat berjumlah lebih dari 2 juta orang, dari jumlah itu 1,8 juta orang berstatus pegawai. “Sisanya badan usaha,” kata dia.

Tahun lalu, Kantor Pajak Jawa Barat 1 mengumpulkan pajak senilai Rp 26,8 triliun pada 2016. Jumlah itu 86 persen dari target perolehan pajak saat itu yang dipatok Rp 30 triliun. “Target tahun ini Rp 29 triliun, lebih rendah dibandingkan tahun lalu,” kata Yoyok.

Menurut Yoyok, program Tax Amnesty di kantor Pajak Jawa Barat 1 sudah mengumpulkan Rp 5,8 triliun, jauh melampui atas target yang dipatok. “Targetnya Cuma Rp 1 triliun,” kata dia.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan berharap masyarakat patuh untuk membayar pajak dan melaporkannya. “Kalau 100 persen bayar pajak, luar biasa pendapatan negara. Ini akan menjadi biaya pembangunan yang kembali pada masyarakat dan dinikmati masyarakat,” kata dia.

AHMAD FIKRI

Baca: Selama 2016, Pajak Sudah Menyandera 59 Orang