Nasional, Jakarta - Kepala Kepolisian Jenderal Tito Karnavian memutasi sebanyak 123 anggota kepolisian. Hal itu tertuang dalam surat telegram Kapolri bernomor 587/III/2017 tertanggal 2 Maret 2017.

Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul membenarkan adanya telegram Kapolri terkait mutasi tersebut. "Iya benar," kata Martinus saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat 3 Maret 2017.

Baca: Kapolri Tito Karnavian Mutasi Sejumlah Perwira Polisi

Menurut Martinus, mutasi terhadap 123 anggota polisi tersebut adalah bentuk penyegaran, jenjang karier, dan kaderisasi di tubuh Polri. "Ini hal yang biasa dan lumrah, membuat polisi lebih matang dan maju," kata Martinus.

Salah satu pejabat yang dimutasikan adalah Direktur Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Riau Komisaris Besar Surawan. Surawan dipindahtugaskan sebagai Kepala Bagian Informasi dan Teknologi Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri. Posisi yang ditinggalkannya akan diisi oleh Komisaris Besar Agus Santoso.

Nama Surawan sempat mengemuka ketika beredar foto dia dan dua pejabat Polda Riau bersama petinggi perusahaan, yang sebelumnya diduga sebagai pembakar lahan, PT APSL. Dari foto yang beredar di media sosial itu, muncul dugaan ada upaya main mata antara kepolisian dalam penghentian kasus pembakaran hutan dan lahan oleh perusahaan tersebut. Namun, Surawan membantah.

Lihat juga: Divisi Propam Telusuri Foto Petinggi Polisi Riau dengan Bos APSL

Menurut Surawan pertemuan yang berlangsung di lantai VII Hotel Grand Central, Pekanbaru, Minggu, 27 Agustus 2016, itu untuk menganalisis dan mengevaluasi kinerja tim penyidik gabungan peristiwa kerusuhan di Kabupaten Kepulauan Meranti.

Kebetulan, kata Surawan, antara dia dengan dua anggota Divisi Profesi dan Pengamanan Mabes Polri serta Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau Rivai Sinambela dan Kapolresta Pekanbaru Toni Hermawan merupakan teman satu angkatan di pendidikan kepolisian.  "Saat kami melakukan evaluasi kasus Meranti, saya yang minta Pak Rivai dan Pak Toni hadir, " ujar Surawan, Jumat, 2 September 2016.

Surawan menjelaskan, di tempat yang sama datang rombongan para petinggi berbagai perusahaan, termasuk bos perkebunan kelapa sawit PT APSL yang dibawa oleh pemilik Hotel Grand Central. Karena sudah kenal dengan pemilik hotel, mereka pun bersalam-salaman. Rombongan pengusaha itu minta foto bersama.

Baca juga: Berfoto dengan Bos APSL, Pejabat Polda Riau: Tak Disengaja

Menurut Martinus, mutasi Surawan tidak ada hubungannya dengan kasus beredarnya foto tersebut. “Tidak ada hubungannya,” kata dia. Menurut dia, mutasi tersebut untuk penyegaran dan jenjang karier.

Di jajaran Kepolisian Polda Riau, juga terdapat nama baru seperti Ajun Komisaris Besar Roy Ardhya Candra. Dia dipindah dari jabatan Kapolres Pekalongan, menempati posisi Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Riau.

Selain itu, AKBP Iwan Sonjaya, yang seberlumnya menjabat sebagai Wakil Direktur Lantas Polda Riau dipindahkan menjadi Kepala Siaga Operasi B Mabes Polri. Ajun Komisaris Besar Eko Budhi Purwono, sebelumnya Kapolres Agam Polda Sumatera Barat, kini menjabat sebagai Wakil Direktur Sabhara Polda Kepulauan Riau.

ARKHELAUS W.