Inforial - Sebuah drone mengantarkan kita menuju gerbang gedung yang tinggi menjulang bergaya Eropa dengan menara tepat di puncaknya, mirip jam besar Big Ben di London, Inggris. Ya, inilah The University Nottingham Ningbo China (UNNC) yang berada di kota Ningbo, berjarak sekitar 2 jam menggunakan kereta api dari kota Shanghai, dan menjadi kampus asing pertama di Negeri Tirai Bambu.

Berbasis di kota Notthingham, kampus yang termasuk dalam 70 terbaik dunia ini melebarkan sayapnya ke Asia, pertama di Malaysia lalu China. Langkah ini memberi peluang yang besar agar pelajar di Asia memperoleh pendidikan standar internasional dan bersaing dengan masyarakat internasional, tentunya dengan biaya terjangkau ketimbang harus kuliah di Eropa atau Amerika.

Menurut Dr Dunant Halim, Associated Professor in Mechnical Engineering, Faculty Director of Teaching UNNC, keuntungan kuliah di UNNC sangat banyak. Meski berstandar internasional namun dari sisi biaya terjangkau. Biaya Program Master sekitar Rp 162 juta dan Strata 1 mencapai Rp 144 juta. Adapun biaya hidup tak jauh berbeda dengan kuliah di kota besar di Indonesia karena menggunakan mata uang Yuan, termasuk akomodasi kamar pribadi sekitar 2.5 juta per bulan, sedangkan 1 rumah dengan 4 kamar dikenakan biaya sekitar Rp 1.5 per bulan.      

Menariknya, Nottingham memiliki program 2 + 2. Di sini, para mahasiswa kuliah di kampus asal selama 2 tahun pertama, dan 2 tahun terakhir kuliah di Nottingham, Inggris. Namun biaya hidup, akomodasi, dan lain-lain, selama di Inggris ditanggung oleh mahasiswa tersebut. Program ini memberi pengalaman berbeda dan  tidak bisa ditemui di kampus lain.

“Mereka bisa memilih kampus yang diinginkan di 2 tahun terakhir dengan syarat tertentu. Begitu pula sebaliknya dengan mahasiswa di Nottingham, Inggris, mereka juga berkesempatan kuliah di Malaysia atau China dengan harga sesuai kampus asal,” jelas Dunant di Jakarta, Sabtu(11/3).

Dr Jennifer Weinman, Executive Director UNNC menambahkan, dari sekitar 6.000 mahasiswa di sana, sebanyak 100 mahasiswa berasal dari Indonesia. Kebanyakan mereka memilih Jurusan Bisnis Manajemen, BEng Civil Engineering, BEng Mechanical Engineering, BEng Product Design and Manufacturing, MSc Entrepreneurship and Innovation Management, sisanya tersebar di jurusan lain.

 “Asia penting bagi kami, terutama China yang memiliki pertumbuhan ekonomi yang cepat sehingga kami membuka kampus yang sama di China. Adapun kedatangan kami ke Indonesia tak sekedar promosi tapi juga melakukan MOU dengan Universitas Diponegoro, Purwakarta dan Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, terkait bidang riset,” jelas Jennifer.