Nasional, Jakarta - Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud berkunjung ke Indonesia. Pihak Kepolisian RI segera menindaklanjuti kerja sama penanganan terorisme dengan Polisi Arab Saudi pada Kamis pekan depan 16 Maret 2017.

"Tanggal 16 Maret 2017 ini, utusan dari (Polisi) Arab Saudi akan datang lagi ke sini," kata Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian, usai memimpin Apel Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan di Polda Kalimantan Barat, Senin, 6 Maret 2017.

Secara garis besar, kerjasama tersebut akan meliputi tukar menukar informasi mengenai terorisme. "Lebih jelasnya masih dirumuskan," ujar Tito. Kerja sama ini didasari atas pemahaman yang sama terhadap bahaya terorisme yang mengatasnamakan agama.
Baca : Lawatan Raja Salman, RI dan Arab Angkat Citra Islam Moderat

Sebelumnya, dalam kuliah umum di Universitas Tanjungpura, Tito menyatakan, bahwa gerakan radikalisme di Kalbar, bisa dibilang kecil. Namun tetap harus diwaspadai. "Kita harus jaga agar gerakan ini tidak berkembang," katanya.

Tito juga menyatakan Perguruan Tinggi mempunyai peran penting dalam pencegahan gerakan radikalisme dan terorisme, di kalangan anak muda. Paham radikalisme sangat bertentangan dengan Bhineka Tunggal Ika. Menurutnya, saat ini terdapat dia beberapa kelompok yang mengganggu kebhinekaan Indonesia.

"Ada kelompok low class yang tidak puas dan memiliki kecemburuan sosial, sedangkan yang menggerakkan adalah kelompok menengah, dan yang memanfaatkan kelompok atas," ujar Tito.

"Inilah tantangan yang kita hadapi. Secara internal yang dapat mengganggu kebinekaan kita, kelompok-kelompok 'low class' merasa akan tidak puas. Kecemburuan sosial akan menjadi sangat tinggi," ujar Tito. Konflik yang terjadi tingkat bawah tersebut yang harus dicegah.

ASEANTY PAHLEVI
Simak pula : KPK Apresiasi Polri Laporkan Pemberian Pedang Emas dari Raja Arab