Nasional, Jakarta - Sonah, ibu terdakwa pencurian yang sedang disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Asep Sunandar melaporkan personel Polsek Taman Sari, Jakarta Barat dengan tuduhan penyiksaan terhadap anaknya. Menurut Sonah, Asep sempat dipukul hingga kakinya ditembak polisi karena diminta mengaku mencuri seperti dituduhkan polisi.

Laporan Sonah diterima Badan Reserse Kriminal Polri, pada Kamis, 16 Maret 2017. Dia juga melapor ke Divisi Profesi dan Pengamanan atau Propam Polri. "Dia ditanya, 'berapa kali kamu melakukan ini?' Dia bingung mau jawab apa," kata Sonah di kantor LBH Jakarta, Sabtu, 18 Maret 2017.

Baca:
2 Pengamen Cipulir Belum Dapat Uang Ganti Rugi, Kenapa?
Menang Gugatan, Pengamen Salah Tangkap Ingin Buka Usaha 

Anaknya, kata Sonah, akhirnya mengakui apa yang dikatakan polisi. "Dia mengaku tapi tidak tahu persoalannya." Sejak ditangkap pada Agustus lalu, Asep ditahan di Rumah Tahanan Salemba, Jakarta.

Menurut Sonah, anaknya ditangkap ketika sedang tidur bersama tiga kawannya di kontrakannya di Kebon Sayur, Jakarta Barat, Sabtu dinihari, 13 Agustus 2016. Sekelompok polisi tiba-tiba masuk ke kamar Asep dan mencari orang bernama Asep. Seseorang yang mengenal Asep lalu menunjuk ke arahnya. Polisi pun membawanya bersama tiga temannya.

Pengacara LBH Jakarta, Arif Maulana, mengatakan polisi telah salah tangkap. Dia mengatakan penyiksaan yang berujung salah tangkap jamak terjadi. "Sudah menjadi semacam kultur kepolisian, kebiasaan yang terus berulang. Karena mereka inginnya cepat (menyelesaikan kasus)."

Baca juga:
Pilkada Jatim, Bupati Banyuwangi Masuk Bursa?
BPLS Bubar, DPRD Jatim Minta Urusan Rakyat Jadi Prioritas

Menurut Arif, penyiksaan ini adalah kekerasan dalam bentuk fisik ataupun psikis. Kekasaran fisik seperti setrum, pukul, dan tembak. Sedangkan kekerasan psikis yaitu memaki, bentak, atau kasusnya diperlambat. Arif mengatakan penyiksaan menjadi salah satu cara untuk membuat terduga mengakui perbuatannya.

Kepala Polsek Taman Sari Ajun Komisaris Besar Nasriadi mengatakan polisi tidak salah tangkap dalam kasus Asep. "Karena ada tiga pelaku yang kami tangkap dan perkaranya perampokan seorang penumpang bajaj," kata dia melalui aplikasi perpesanan.

Nasriadi mengatakan polisi tidak melakukan tindakan seperti yang dituduhkan. "Semua sesuai prosedur dan aturan. Pada saat penyidikan semua berita acara pemeriksaan (BAP) para tersangka saling terkait antara satu dengan lainnya." Dia mengatakan seorang tukang bajaj bersaksi bahwa Asep menodongkan parang ke arahnya.

Nasriadi menjelaskan dari hasil pemeriksaan, Asep sudah melakukan lima kali tindak pidana baik di Jakarta mau pun di tempat asalnya, Serang, Banten. Namun Nasriadi membenarkan kaki Asep ditembak. Alasannya, kata dia, Asep mencoba melarikan diri dan sudah dua kali mendapat tembakan peringatan tapi tidak dihiraukan. "Tersangka sudah dirawat dan sekarang sudah sembuh."

REZKI ALVIONITASARI