Bisnis, Jakarta - Direktur Utama PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT), M. Choliq, mengatakan hingga saat ini perkembangan pembangunan proyek kereta api ringan (light rail transit/LRT) Palembang telah mencapai 40 persen. Dengan proses pengerjaan yang lebih cepat, ia berharap proyek tersebut bisa selesai sebelum target yang ditetapkan pemerintah yakni pada Juni 2018.

“Progres, mendekati 40 persen, bahkan lebih. Untuk pekerjaan civil work dijamin tiga bulan lebih cepat, dan diharapkan bisa selesai akhir tahun ini,” kata M. Choliq dalam keterangan tertulisnya, Ahad, 19 Maret 2017.

Baca : Empat Jalan layang di Jateng Dipastikan Selesai Sebelum Lebaran

Usai pengerjaan teknik selesai, Waskita akan menyerahkan proyek LRT Palembang tersebut kepada PT Kereta Api Indonesia (Persero), untuk dilakukan uji coba serta penempatan sarana dan prasana LRT. Adapun proyek LRT tersebut disiapkan pemerintah dalam mendukung penyelenggaraan pesta olahraga Asian Games 2018. “LRT tahun ini civil work, fisik jalannya 100 persen. Relnya sudah terpasang. Apakah listriknya sudah ada, sistem komputerisasinya sudah ada, itu bukan urusan (Waskita), tapi urusan KAI,” ujarnya.

Sebagai informasi, sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 116 Tahun 2015 tentang Percepatan Penyelenggaraan Kereta Api Ringan (LRT) di Sumatera Selatan pada November 2015, Waskita Karya ditunjuk pemerintah sebagai kontraktor pengerjaan proyek LRT di Palembang, Sumatera Selatan. Waskita mendapat proyek untuk mengerjakan konstruksi bangunan meliputi jalur kereta melayang (elevated), stasiun dan depo. Adapun saat proyek selesai, pengoperasian akan dijalankan oleh PT KAI.

Baca : Menteri Jonan: 2019 Kalbar Dialiri Listrik 1.100 MW

Proyek LRT Pelembang memiliki total panjang 23,4 kilometer. Ruang lingkup pembangunan terdiri dari jalur sebagian besar merupakan jalur layang, 13 stasiun, fasilitas operasi, 9 gardu listrik dan 1 depo dengan kapasitas 14 train set masing-masing terdiri dari 3 kereta.

Masing-masing kereta memiliki kapasitas 180-250 penumpang. Pembangunan LRT Palembang yang dilaksanakan untuk meningkatkan transportasi perkotaan serta mengurangi kemacetan di Sumatera Selatan ini telah dimulai sejak 21 Oktober 2015 dan pada awal pembangunan ditargetkan selesai pada 30 Juni 2017.

DESTRIANITA