Dunia, Kairo -Pengadilan kasasi Mesir memutuskan mantan presiden Hosni Mubarak tidak terbukti bersalah dalam kasus tewasnya ratusan orang saat berunjuk rasa tahun 2011 untuk menuntut Hosni mundur dari jabatannya.

Dengan keluarnya putusan pengadilantertinggi di Mesir, maka Hosni dilepaskan dari penjara.

Baca juga: Hosni Mubarak Diinterogasi Soal Kasus Suap

Putusan pengadilan kasasi ini keluar setelah enam tahun unjuk rasa besar-besaran terjadi di Mesir. Selama 18 hari unjuk rasa berlangsung terus menuntut Hosni mundur karena dianggap melakukan korupsi dan serangkaian kejahatan lainnya. Peristiwa ini dikenal sebagai revolusi 25 Januari.

"Pengadilan telah menyatakan terdakwa tidak bersalah," kata Ahmed Abdel, hakim pengadilan kasasi kasus Hosni Mubarak seperti dikutip dari Al Jazeera, 2 Maret 2017.

Pengadilan kasasi juga menolak tuntutan pengacara para korban yang tewas untuk membuka gugatan sipil. Dengan begitu, tidak ada lagi pilihan untuk mengajukan banding atau mengadili kembali Hosni Mubarak.

Hosni Mubarak didakwa untuk bertanggung jawab atas tewasnya sedikitnya 900 pengunjuk rasa dalam 18 hari diadakan unjuk rasa di Mesir. Unjuk rasa itu berakhir dengan jatuhnya Husni Mubarak dari jabatannya sebagai presiden Mesir pada 11 Februari 2011.

Baca juga:Dakwaan Baru, Mubarak Dituduh Terlibat Penggelapan  

Hosni Mubarak, 88 tahun, menghabiskan waktunya di rumah sakit militer sejak dirinya ditangkap tahun 2011.

Pengadilan tingkat pertama menjatuhkan hukuman seumur hidup kepada Hosni tahun 2012. Di tingkat banding, pengadilan menghukum Hosni 3 tahun penjara bersama dua anak laki-lakinya yang didakwa dalam kasus korupsi. Namun putusan hakim membebaskan kedua anak laki-laki Hosni Mubarak.

Dengan putusan pengadilan kasasi ini, berarti tidak diketahui siapa yang membunuh ratusan pengunjuk rasa itu. Sementara pemimpin-pemimpin muda telah dijatuhkan putusan bersalah dan dibui. saat ini, sekitar 60 ribu aktivis berada dalam tahanan di Mesir.

AL JAZEERA | MARIA RITA