Nasional, Surabaya – Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, mengatakan belum terpikir untuk maju dalam Pemilihan Umum Gubernur Jawa Timur 2018. Dia bahkan terlihat enggan untuk membahasnya, karena sedang fokus pada penyelamatan aset-aset pemerintah kota Surabaya yang terancam lepas.

Enggak ah. Aku enggak mikir kok. Wong mikir ini aja (aset pemkot Surabaya, Red) ndasku ngelu kok (kepalaku pusing),” katanya kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis, 23 Maret 2017.

Baca:
Selamatkan 7 Aset Kota Surabaya, Ini yang Ditempuh Risma
Wali Kota Risma Gandeng ITS Rintis 'Silicon Valley' Surabaya

Risma mengatakan dia tidak melakukan langkah apapun terkait pencalonan dirinya. “Enggak ada pembicaraan apapun,” kata dia. Disinggung mengenai dorongan dari DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kota Surabaya, Risma malah berseloroh. “DPC mendorong? Ya hati-hati aja lek kejlungub (hati-hati saja kalau tersungkur),” kata Risma diiringi gelak tawa.

Sebelumnya, DPC PDIP Surabaya memberikan sinyal dukungan kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini untuk maju di Pilkada Jatim 2018. "Surabaya mengusung kader terbaik. Bu Risma merupakan kader terbaik," kata Wakil Ketua DPC PDIP Surabaya, Sukadar, kepada Antara di Surabaya, Selasa 21 Maret 2017.

Baca: Ingin Kampus Google di Surabaya, Ini Langkah Wali Kota Risma

Soal siapa calon yang diusung, PDIP mengandalkan hasil survei mencakup elektabilitas dan popularitas. Jika survei itu dilakukan, diperkirakan yang berpeluang mendapat poin tertinggi adalah Risma yang memiliki elektabilitas dan popularitas.

Sementara itu, Sekretaris DPC PDIP Surabaya Syaifudin Zuhri mengatakan konstelasi politik di Jawa Timur saat ini mulai menghangat. Ini seiring dengan munculnya sejumlah nama yang diunggulkan dan berpeluang diusung partai politik dalam Pilkada Jatim 2018.

Dari beberapa nama yang muncul di antaranya Wagub Jatim, Syaifullah Yusuf, dan Menteri Sosial, Khofifah Indarparawansa. Sedangkan, beberapa nama lainnya diunggulkan karena ketokohan dan kinerjanya, seperti Ketua DPRD Jatim, Halim Iskandar, Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas

ARTIKA RACHMI FARMITA | ANTARA