Nasional, Jakarta - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman membenarkan adanya informasi bahwa dua mantan kadernya terseret dalam dugaan korupsi proyek kartu tanda penduduk berbasis elektronil atau e-KTP. Ia pun menyebutkan dua orang tersebut.

"Dua nama itu kalau enggak salah Gamari dan Agus Purnomo, mereka itu sudah bukan anggota DPR dari PKS," kata Sohibul kepada wartawan di kantornya, Jakarta, pada Minggu, 5 Maret 2017.

Baca: Sebut Nama Besar, KPK: Dakwaan Kasus E-KTP akan Mengejutkan

Sohibul menjelaskan ia mendengar ada empat anggota DPR yang mengembalikan uang ke Komisi Pemberantasan Korupsi terkait korupsi proyek e-KTP. Dua nama di antaranya adalah kader PKS. Gamari Sutrisno dan Agus Purnomo sudah dipecat oleh PKS sejak April tahun lalu. Waktu itu, PKS belum menjelaskan secara rinci kenapa memecat mereka.

Kepada wartawan, Sohibul mengaku pernah menanyakan tudingan itu kepada dua orang itu. Gamari dan Agus membantahnya, mereka mengaku sama sekali tak menerima uang korupsi e-KTP. Sohibul juga tak memberi sanksi kepada mereka berdua karena saat itu KPK belum memberi penjelasan.

Baca: Dakwaan Kasus E-KTP Ungkap Peran Bekas Sekjen Kemendagri

PKS mendukung upaya KPK memberantas korupsi pengadaan e-KTP. Kata dia, proyek besar itu menelan anggaran Rp 6 triliun. Di duga Rp 2 triliun  dari anggaran tersebut dikorupsi. "Artinya 30 persen lebih anggaran dikorupsi, ini kasus dahsyat," tutur dia.

Dia sangat mendukung KPK menegakkan aturan yang berlaku memberantas korupsi. Sebelumnya KPK mengisyaratkan, korupsi e-KTP melibatkan nama besar. Saat ini mereka masih menyelidiki temuan tersebut.

AVIT HIDAYAT