Nasional, Jakarta -  Pengamat media sosial, Nukman Luthfie, memberikan beberapa saran bagi pengguna media sosial tentang cara menyikapi akun-akun yang suka menghujat di dunia maya itu. “Santai saja. Kalau ada hujatan enggak usah ditanggapi, kalau dia menghujat orang lain enggak usah ditanggapi,” kata dia saat dihubungi Tempo, Sabtu, 4 Maret 2017.

Dia menyarankan agar pengguna lain tak menyebarkan unggahan yang berisi hujatan itu. “Buat apa (disebar)? Dia kan mencari dukungan supaya orang (yang dihujat) itu digebukin,” ujarnya. Dia mencontohkan jika adaSelidiki Penghina Jokowi di Medsos, Polisi Gandeng Facebook

Nukman memaklumi soal keberadaan akun-akun yang suka menghujat itu, baik asli atau akun jadi-jadian. “Namanya juga sosial media, tempat orang bebas berujar apa saja. Yang penting tidak melanggar hukum misalnya pornografi, SARA, dan ujaran kebencian,” kata dia.

Menurut dia, kalau memang  tidak setuju dengan tindakan akun penghujat itu, maka netizen bisa melaporkannya ke pihak berwenang. Misalnya di Facebook, ada pilihan untuk melaporkan alias report ke pihak Facebook tentang tindakan si akun itu. “Kontennya bisa ujaran kebencian atau pornografi bisa direport,” ujarnya. “Jadi sikap kita paling benar adalah melapokan kepada platform media sosialnya, bukan nyebarin ke mana-mana.”

Baca juga: Berita Hoax Ini Nyaris Bikin Orang Tak Salah Tewas Dipukuli

Nukman mengatakan belum tentu akun yang disebarkan postingannya itu benar dibuat oleh pemilik akun. Bisa jadi dia diretas atau hack, atau akun palsu. Cara berikutnya bisa dengan unfollow akun itu di media sosial. “Kalau dia masih lalu lalang, block saja. Jangan malah membuat orang-orang itu menjadi terkenal dan followernya naik,” kata Nukman.

Dia menambahkan, jika akun itu melanggar hukum, bisa dilaporkan. “Kalau ke polisi enggak usah heboh. Kehebohan ini harus dihindari, nanti dikirain itu cara cepat jadi populer.”

REZKI ALVIONITASARI