Selamat Ulang Tahun Untuk Diri Sendiri

Selamat Ulang Tahun Untuk Diri Sendiri
Selamat Ulang Tahun Untuk Diri Sendiri
Tak seperti hari-hari biasanya, aku bangun pagi-pagi sekali. Menemani sang embun menanti kedatangan mentari pagi.
Hm,,, mentari pagi memang sangat menyenangkan untuk ditunggu.
Tuhan memang sangat baik, masih memberikanku kesempatan merasakan nikmatnya menghirup segarnya udara subuh hari ini, yang masih memberikanku kesempatan untuk memperbaiki diri, yang masih memberikanku kenikmatan atas berkat sehat, iman yang aku berharap untuk selalu ditetapkan hingga nyawa meninggalkan badan.

Menurut kalender Masehi, hari ini adalah tanggal 10 Maret 2017 bertepatan dengan hari ulang tahunku yang ke-29.
Hari ini menjadi begitu bermakna bagiku....Sebuah hari dimana dulu saya pernah dilahirkan.

Pagi ini aku terbangun dengan penuh kesyukuran. Bersyukur masih diberikan kesempatan untuk menghidupkan sepertiga malam, 'bercengkrama' dengan Sang Pemilik jiwaku.

29 Tahun yang lalu ketika pertama kalinya aku melihat dunia. Tanpa terasa sekarang telah sampai usiaku dalam kedewasaan.

Ya Tuhan, kini aku makin dewasa, mencoba mengais hidup, mencoba menerjang hidup, ajarkanlah aku untuk selalu merasa dan mengucap syukur atas berkat dan karuniaMu.

Tuhan... Hari ini bertambah usia dalam hitunganku dan berkurang pula usiaku dalam hitunganMu.
Tidak terasa.....
Hari demi hari terus berganti...
Minggu ke minggu terasa singkat sekali,...
Bulan pun kian berganti bulan,
Tahun berganti tahun,,
Tuhan....
Singkat sekali rasanya...
29 Tahun,,,,,Ya Allah terima kasih sudah menambah umurku satu tahun lagi, entah berapa umur lagi yang nanti Engkau berikan kepada hambaMu ini, tapi yang ku mohon berikan kesempatan untuk berbuat terbaik dalam menjalani episode kehidupan ini.

Ya Tuhan,,, terima kasih untuk setahun yang luar biasa yang Engkau berikan kepadaku, terima kasih untuk jalan yang Engkau lapangkan, dan segala kemudahan yang Engkau berikan.
Terima kasih untuk pelajaran yang Kau berikan, bahwa semua akan indah pada waktunya. Engkau bukakan mataku, bahwa walaupun sering ku rasa pahit dan perih, rancanganmu selalu yang terbaik dan indah.

Setahun ini aku banyak belajar tentang hidup. Belajar bahwa semua yang ada di dunia ini hanya milikMu semata. Semuanya bisa Kau ambil kapan saja dan Kau gantikan dengan kehendakMu. Tuhanku yang baik,,, ajarkanlah padaku agar tidak meminta kembali apa yang hilang, tapi ajarkan padaku untuk percaya bahwa apa yang Engkau berikan adalah yang terbaik.
Kupasrahkan setiap tarikan nafasku, setiap langkahku hanya kepadaMu sekarang dan selamanya.

Dihari ulang tahunku ini, aku ingin mengirim doa untuk seorang Ibu, dan juga keluarga yang sangat aku sayangi.
Tuhanku yang baik,,, berikan kesehatan, perlindungan dan cintaMu untuk mereka. Dalam setiap pinta dan doaku, berharap agar aku bisa menjadi anak yang dapat mereka banggakan.
Panjangkanlah usiaku agar aku dapat hidup dan menjadi bermanfaat bagi ummatMu yang lain.
Jadikanlah aku termasuk ke dalam hambaMu yang senantiasa bersyukur terhadap rezeki dan anugrah yang Engkau berikan.
Jadikanlah sisa hidupku sebagai kebahagiaan, menjadi pemenang dalam kehidupanku. Akan kukobarkan semangat dalam jiwaku untuk menjadi yang terbaik untuk keluargaku dan orang-orang yang aku cintai dan mencintaiku.
Semoga aku bisa memanfaatkan sisa umurku dengan seoptimal mungkin dengan kebaikan-kebaikan dalam berbagai bentuk.
Tuhan,,, dengan penuh harap aku memohon berkatilah setiap langkah perjalanan hidupku.


29 tahun lalu, tepat hari ini lahir seorang biasa dari rahim seorang Ibu yang luar biasa. Seandainya saat itu saya telah dapat berinteraksi, mungkin Sibaso(sibaso=sebutan untuk penolong kelahiran jaman dulu) akan langsung memberikan selamatnya kepada saya karena mempunyai seorang Ibu yang sangat hebat.

29 tahun sudah saya berada di dunia ini, namun belum berbuat apa-apa untuk membuat bangga semua orang terkasih dengan keberadaan saya di bumi ini.

29 tahun juga sebenarnya terlalu lama untuk tidak menghasilkan apa-apa. 29 tahun terlalu lama untuk dilewatkan dengan biasa. Namun 29 tahun terlalu sebentar jika dihabiskan bersama orang-orang terkasih.

Saya terlahir dan besar dari keluarga yang biasa, tumbuh seperti biasa seperti manusia lainnya. Namun saya hidup diantara orang yang sangat luar biasa. Keluarga yang luar biasa, teman yang luar biasa, lingkungan yang luar biasa. Mereka semua memberi ilmu lebih dari yang sekolah berikan kepada saya.
Kalau saya diberikan kesempatan untuk memilih hidup sekali lagi, saya akan tetap meminta hidup seperti ini (dan kalau boleh, ditambah dengan rezeki yang lebih cukup).

Ah, Tuhan, Engkau memang terlalu baik kepada saya. Seharusnya saya lebih bersyukur atas berrkat dan karuniaMu yang tiada hentinya Engkau berikan.
Terima kasih Tuhan, untuk tawa, tangis, manis, pait, ramai, sepi, galau (ini seringnya kelewatan, Tuhan), dan segala kemudahan hidup yang telah saya lewatkan.

Terima kasih, keluargaku...
Kalian mengajarkan bagaimana menjalani hidup seharusnya dengan usaha tanpa kenal lelah dan dengan tangan sendiri. Bukan dengan gelimpangan uang (walaupun sebenarnya karena memang kita tidak punya), atau segala bentuk jalan pintas untuk mencapai puncak harapan.

Terima kasih, teman...
Kalian membantuku bangkit dengan pelukan, walaupun terkadang memaksa saya harus bangkit dengan tamparan. Namun kita sama-sama tahu bahwa pelukan dan tamparan pada dasarnya hanyalah cara untuk membuat kita sama-sama menggapai mimpi yang sering kita tertawakan karena keseringan kita menganggap mimpi kita terlalu tinggi. Kita sering tidak sadar bahwa tangan kita masih terlalu kecil untuk dapat memeluk gunung yang besar. Tapi ketidakpedulian kita terhadap ukuran tangan kita yang saya anggap sebagai kehebatan kita, kawan.
Tigadolok, 10 Maret 1988 - Tigadolok, 10 Maret 2017
Selamat Ulang Tahun Untuk Diri Sendiri

0 Response to " Selamat Ulang Tahun Untuk Diri Sendiri "

Populer Hari ini

POPULER MINGGU INI

Diberdayakan oleh Blogger.

Daftar Blog Saya